MATERI
CSS
2.1 Pengenalan css
Apa Itu CSS?
CSS adalah singkatan dari Cascading
Style Sheets. Kalau baca di kamus, cascading itu artinya air terjun. Tapi dalam
hal ini, yang di maksud adalah, aliran dari suatu kode ke kode lain yang saling
berhubungan.
Jadi kalau di tulis lengkap dalam
bahasa Indonesia kira-kira arti CSS adalah: kumpulan kode-kode yang berurutan
dan saling berhubungan untuk mengatur format / tampilan suatu halaman HTML.
Keuntungan Penggunaan CSS
Jika anda memiliki beberapa halaman
website dimana anda menggunakan font arial untuk tulisannya, lalu suatu
hari anda bosan dengan arial dan ingin mengganti ke trebuchet, anda
harus merubah satu per satu halaman website anda dan merubah tipe font dari arial
menjadi trebuchet.
Dengan menggunakan css, dimana semua
halaman web memakai css yang sama, anda cukup merubah satu baris kode css untuk
merubah font di semua halaman web dari arial ke trebuchet.
Jadi, keuntungan menggunakan CSS,
lebih praktis!
Kekurangan Penggunaan CSS
Tidak semua browser mengartikan kode
CSS dengan cara yang sama. Jadi kadang-kadang, tampilan web dengan CSS terlihat
baik di browser yang satu, tapi berantakan di browser yang lain. Jadi anda harus
memeriksa tampilan supaya terlihat baik di semua browser dan menambahkan
kode-kode khusus browser tertentu jika memang dibutuhkan agar tampilan web anda
terlihat baik di semua browser.
2.2 Syntax
Syntax /
kalimat CSS terdiri dari beberapa set peraturan yang memiliki: 1 selector, 1
property, 1 value.
Format penulisan kalimat CSS:
selector { property: value }
Selector itu untuk menunjukkan
bagian mana yang hendak diatur / diformat.
Property untuk menunjukkan, bagian
(properti) dari selector yang hendak diatur.
Value adalah nilai dari
pengaturannya.
Contoh Syntax:
h1 { color: red }
Contoh di atas menunjukkan
Selector: h1
Property: color
Value: red
Kalau diterjemahkan ke kalimat
bahasa Indonesia kira-kira begini: Mengatur color dari h1 ke warna merah
(red).
Pengelompokan
Selectors
Anda dapat menulis satu kode CSS
untuk berbagai macam selector dengan cara menggunakan koma. Misalkan anda mau
mengatur agar tag h1, h2 dan h3 semua menggunakan warna merah,
maka kode CSS nya menjadi:
h1,h2,h3 { color: red }
Perhatikan penulisan h1,h2,h3 yang
dipisahkan oleh koma.
Penggunaan
Banyak Properties
Untuk mengatur lebih dari satu
properties gunakan pemisah titik koma ( ; ).
Contoh:
h1,h2,h3 {color:red;
font-family:arial; font-size:150%;}
Pada contoh di atas, tag h1, h2 dan
h3 di atur agar menggunakan warna merah, dengan type font arial,
dan ukuran font 150%.
Cara
Penulisan Yang Baik
Sangat disarankan untuk menulis kode
CSS menggunakan beberapa baris dimana pengaturan property dan values nya di
indent. Ya cuma biar rapih dan lebih mudah di baca aja sih, ga harus kok.
h1,h2,h3 {
color:red;
font-family:arial;
font-size:150%;
}
color:red;
font-family:arial;
font-size:150%;
}
Sekarang anda sudah mengerti aturan
dasar penulisan kalimat CSS. Pelajaran berikutnya akan mengajarkan anda
mengaplikasikan kode CSS ke halaman website.
CSS
Comment
Kadang kala, ada baiknya anda
menuliskan komentar ke dalam kode CSS anda untuk memberi catatan pengingat.
Anda bisa menggunakan syntax pembuka
/* dan penutup */ untuk menuliskan komentar. Segala teks yang berada di antara
tag /* dan */ tidak akan dibaca sebagai kode, tapi hanya sebagai catatan untuk
diri anda.
/* Tulis komentar anda di sini */
p
{
text-align: justify;
/* Tulis komentar anda di sini */
color: blue;
font-family: arial;
}
2.3
Implementasi
css
Ada 4 cara
memasang kode CSS ke dalam kode HTML / halaman web, yaitu:
·
Inline
CSS
·
Embed
atau memasang kode css ke dalam bagian <head>
·
Nge
link ke external CSS
·
Import
CSS file
Yuk kita bahas satu per satu…
Inline
CSS
Kode CSS dituliskan langsung ke
dalam tag HTML yang ingin di format. Penulisan cara ini tidak memerlukan
penulisan selector dalam kode CSS.
Cara ini sebaiknya hanya digunakan
jika anda mau memformat suatu elemen satu kali saja.
Contoh:
<P style=”color:blue”>
Isi paragraf.
</p>
Isi paragraf.
</p>
Pada contoh di atas, elemen paragraf
<P> di format agar tulisannya menggunakan warna biru. Elemen
paragraf lain, tidak akan menggunakan warna biru, karena format ini hanya
berlaku pada elemen paragraf yang ditentukan kode CSS nya.
Penulisan CSS dengan cara ini di
mulai dengan kata style: lalu di ikuti dengan syntax property: value.
Embedded CSS
Anda bisa juga menempelkan kode CSS
di antara tag <head> dan </head>. Penulisan CSS
dengan cara ini diawali dengan tag <style> dan diakhiri dengan tag
</style>.
Contoh:
<head>
<style type="text/css"
media=screen>
p {color:blue;}
</style>
</head>
Dalam contoh di atas semua elemen <P>
dalam halaman web tersebut akan diformat menggunakan font berwarna biru.
External CSS
Kode CSS external di tulis dalam
satu file terpisah yang disimpan dengan akhiran .css. Anda lalu perlu memanggil
file CSS tersebut ke dalam semua halaman web yang anda buat. Dengan cara ini,
anda hanya perlu memiliki satu set kode CSS yang digunakan untuk semua halaman
web anda. Jadi ada dua langkah dalam pengimplementasian CSS dengan cara ini.
Contoh:
1. Anda membuat satu file dengan
notepad atau teks editor lain, dan berinama, misalkan: style.css, lalu
tuliskan kode-kode css di dalam file tersebut.
2. p {font-family: arial; font-size:
small;}
3. h1 {color: red; }
4. Langkah kedua adalah memanggil file
style.css dari semua halaman web. Caranya dengan memasukkan kode di bawah ini,
di antara tag <head> dan </head>
<head>
<link rel=”stylesheet” href=”style.css” type=”text/css”>
</head>
<link rel=”stylesheet” href=”style.css” type=”text/css”>
</head>
Import
CSS
Anda bisa juga meng-import CSS ke
dalam suatu halaman website menggunakan tag import.
Contoh:
@import "style.css";
atau
@import url("style.css");
Penggunaan
Lebih dari Satu Kode CSS
Apabila ada lebih dari satu kode CSS
untuk satu elemen, maka yang akan digunakan adalah kode yang lebih spesifik.
Misalkan dalam satu halaman web,
menggunakan eksternal style sheet untuk memformat elemen H1 sbb:
h1 {
color: red;
text-align: left;
font-size: 8pt
}
Sementara di halaman web yang sama,
di antara tag <head> ada kode CSS sbb:
h1 {
text-align: right;
font-size: 20pt
}
Perhatikan bagaimana pemformatan
saling bertabrakan, dari eksternal style sheet, text-align=left
sementara dari internal style sheet, text-align=right.
Dalam kasus seperti ini, maka yang
akan aktif adalah kode yang lebih spesifik, dalam hal ini, internal style sheet
lebih spesifik dibandingkan eksternal style sheet.
Jadi, dalam contoh di atas, kode
yang akan diimplementasikan adalah sbb:
color: red;
text-align: right;
font-size: 20pt
2.4
Class dan Id selector
Class Selector
Class selector adalah
penggabungan beberapa properties yang digunakan lebih dari satu kali.
Cara penulisan Class Selector:
.nama-class {property:value;}
Untuk menempelkan class ke dalam tag
HTML:
taghtml.nama-class {Property:value;}
Perhatikan tanda titik di setiap awal
nama Class. Jika anda ingin menggunakan class selector di luar kode HTML anda
menggunakan tag <div class=nama-class> dan di akhiri dengan tag </div>.
Contoh:
Penulisan kode CSS:
.tengah {text-align:center;}
p.tengah {color:red;}
h1.kiri {color:blue;}
h1.tengah {color:black;}
p.tengah {color:red;}
h1.kiri {color:blue;}
h1.tengah {color:black;}
Pemakaian kode CSS
<div class=tengah>
<p>Teks tengah akan berwarna merah.</p>
<h1 > Tag H1 tengah akan berwarna hitam</h1>
</div>
<h1 class=kiri>Tag H1 kiri akan berwarna biru</h1>
<p>Teks tengah akan berwarna merah.</p>
<h1 > Tag H1 tengah akan berwarna hitam</h1>
</div>
<h1 class=kiri>Tag H1 kiri akan berwarna biru</h1>
Hasil:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar